
Memperingati Haul KH. Syamsul Arifin ZE yang Ke19
Meneladani Keikhlasan, Keilmua dan Perjuangan Sang Pengasuh Darut Ta’lim Surabaya
Pondok Pesantren Darut Ta’lim Surabaya kembali menggelar Haul KH. Syamsul Arifin ZE, seorang ulama kharismatik yang telah mewakafkan seluruh hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada umat. Haul ini bukan sekedar acara tahunan, namun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkannya.
Keteladanan Sang Kiai yang Lahir dari Keikhlasan
KH. Syamsul Arifin ZE dikenal sebagai sosok ulama yang sederhana namun kokoh dalam prinsip. Beliau lahir di lingkungan keluarga pesantren di Batuporo Timur, Pamekasan, dan sejak kecil telah dididik dengan kedisiplinan ilmu serta akhlak yang kuat.
Dengan langkah dakwah yang lembut namun tegas, beliau membangun pendidikan Islam yang berlandaskan pada kecermatan, kedalaman ilmu, dan pelayanan terhadap masyarakat.
Perjuangan Mendirikan dan Menceritakan Pondok Pesantren Darut Ta’lim
Saat merintis Pondok Pesantren Darut Ta’lim di kawasan Bulak Banteng Lor – Surabaya, bukanlah tantangan yang sedikit. Namun dengan tekad dan keyakinan, beliau mampu membangun lembaga pendidikan yang kini menjadi tempat menimba ilmu bagi ratusan santri, dari tingkat RA, MI, MTs, hingga MA.
Di bawah bimbingan beliau, Darut Ta’lim tidak hanya menjadi tempat belajar kitab kuning, tetapi juga lembaga yang menanamkan akhlak, kedisiplinan, ringkasan, serta wawasan sosial kepada para santri.
Warisan Berharga untuk Umat
KH. Syamsul Arifin ZE meninggalkan warisan yang sangat mendalam:
Keilmuan yang bersumber dari tradisi pesantren salaf dan khalaf.
Keteladanan akhlak: rendah hati, sabar, dan menghormati semua golongan.
Semangat pendidikan: mendidik tanpa pamrih, membangun generasi berilmu dan beradab.
Dakwah ghiroh: menghidupkan pengajian, membimbing masyarakat, serta menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Warisan inilah yang terus dijaga oleh para penerus pesantren, termasuk keluarga besar beliau dan seluruh asatidz di lingkungan Darut Ta’lim.
Makna Haul untuk Santri dan Masyarakat
Peringatan haul ini menjadi sarana:
Mengirimkan doa untuk almarhum kiai,
Menguatkan hubungan silaturahmi,
Menghidupkan kembali semangat perjuangan beliau, dan
Merenungkan nilai-nilai keikhlasan yang harus diteruskan oleh generasi saat ini.
Haul juga menjadi momen bagi santri untuk mengenali lebih lanjut dalam jejak perjalanan pendiri pesantrennya, sehingga kecintaan terhadap ilmu dan guru semakin kuat.
Penutup
Haul KH. Syamsul Arifin ZE bukan hanya peringatan, tetapi peneguhan komitmen bahwa pesantren ini berdiri di atas yayasan perjuangan orang saleh. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan menempatkannya di tempat terbaik. Semoga seluruh keluarga, santri, alumni, dan masyarakat mampu meneruskan jejak dakwah dan pendidikan yang telah beliau wariskan.
Al-Fatihah untuk mendiang KH. Syamsul Arifin ZE.